Berkebun sekaligus Budidaya Ikan

Belakangan virus farming ke Ibu Kota, meracuni warganya yang sedang menjalar hingga urban gemar-gemarnya berkebun di lahan terbatas. Beragam teknik berkebun mulai santer diperkenalkan ke khalayak, dua di antaranya adalah hidroponik dan aquaponik. Mungkin Anda sudah akrab dengan teknik menanam hidroponik, yakni sistem menanam dengan memanfaatkan tenaga air. Lalu, bagaimana dengan teknik aquaponik?

Tini Martini Tapran, ibu rumah tangga, yang mengaplikasikan teknik aquaponik menerjemahkan teknik ini secara sederhana, yakni sebuah sistem berkebun sekaligus budidaya ikan yang sudah tersistem tanpa harus menyiram dan menambah pupuk buatan. “Sistem ini sangat mudah dibuat dengan perlengkapan sederhana dan seadanya, hanya butuh wadah, pipa untuk menyalurkan, dan tegangan listrik, selesai,” ujarnya santai. Tidak hanya Tini, beberapa warga lainnya yang mengaplikasikan sistem ini pun memberi komentar yang sama, salah satunya Mark Sungkar.

SERATUS PERSEN ALAMI

Sudah lebih dari 6 tahun, Mark Sungkar, aktor di era 90- an, menjadi “petani” dan mulai aktif menekuni usaha hijau. Salah satu usaha yang membuatnya selalu merasa tertantang dan ingin menyebarkannya ke khalayak ramai adalah aquaponik. Menurut Mark, banyak alasan mengapa ia mencintai dan merekomendasikan teknik menanam ini kekhalayak, khususnya para petani Indonesia. “Teknik ini sebenarnya sudah diaplikasikan sejak zaman nenek moyang kita, itu pun tanpa kita sadari,” ujar Mark dengan nada serius.

Mark mengungkapkan teknik aquaponik adalah teknik berkebun yang mengombinasikan sistem akuakultur (bentuk penangkaran atau budidaya hewan) dan hidroponik. Bila pada teknik hidroponik menggunakan pupuk buatan (termasuk kimia) dan organik, aquaponik 100% alami karena pupuk dihasilkan dari ekskresi (hasil pembuangan ampas) hewan yang dipelihara di dalam kolam air tersebut. Melalui sebuah instalasi, aquaponik menjanjikan hasil bercocok tanam yang lebih sehat, segar, dan alami.

AQUAPONIK DULU DAN SEKARANG

Dalam perbincangannya dengan Tabloid RUMAH, Mark Sungkar selalu menekankan bahwa teknik ini adalah teknik dasar yang sudah dilakukan para petani Indonesia sejak dulu kala. “Dulu petani menanam padi di sebuah ladang berpetak- petak dengan dialiri air dan di dalam air tersebut, terdapat ikan- ikan kecil dan mahluk hidup lainnya seperti azolla. Itu adalah teknik aquaponik dasar,” ujar Mark menjelaskan. Dalam satu petak ladang, terdapat ikan, padi, dan azolla (genus dari paku air) pupuk hijau yang di lahan sawah yang mampu mengikat nitrogen.

Namun, genus ini sudah langka di Indonesia, akibat ulah petani yang merusak populasi tanaman ini dengan pupuk kimia. Oleh sebab itu, Mark ingin agar teknik aquaponik kembali diterapkan di ladang- ladang Indonesia dengan sistem baru yang sederhana. Selain kualitas padi lebih baik, aquaponik akan menjadikan Indonesia sebagai pengekspor padi terbesar di dunia. Saat ini, aquaponik telah berev olusi menjadi sebuah teknik berkebun yang dapat diterapkan oleh setiap indiv idu dengan bermacam- macam tanaman dan budidaya ikan.

INI CARA MEMBUATNYA

Mark Sungkar menekankan bahwa aquaponik adalah teknik yang sangat mudah diaplikasikan. Modalnya hanya air dan kotoran ikan. Ya, meski ada modal lainnya untuk membuat sebuah aquaponik yang optimal. Peralatan yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah sistem aquaponik adalah instalasi berupa grow bed (media tumbuh), batu kerikil/ apung (sebagai pengikat), air, ikan dan tumbuhan, serta bell siphon yang berfungsi untuk menciptakan efek pasang surut. Grow bed dapat diciptakan dari wadah plastik. Sistem kerja aquaponik layaknya aq uarium hanya saja dengan penambahan grow bed tanaman dan bell siphon (pipa untuk menyalurkan air). B ell siphon ini bekerja dengan memanfaatkan sistem gravitasi bumi yang akan membawa air pada ketinggian tertentu.

Aquaponik menggunakan tenaga listrik sehingga saat listrik dinyalakan maka bell siphon akan membawa air dari kolam ikan ke grow bed tanaman. Air yang dialirkan tersebut telah membawa ekskresi ikan sehingga sudah mengandung pupuk alami. Bakteri pada grow bed tanaman akan mengubah kotoran ikan menjadi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Kemudian air akan disaring hingga bersih kemudian dialirkan kembali ke kolam ikan.

COCOK UNTUK SEMUA JENIS IKAN DAN TUMBUHAN

Sebelum menekuni lebih dalam mengenai teknik aquaponik, Mark Sungkar melakukan penelitian selama 6 tahun untuk mengetahui tanaman- tanaman apa saja yang cocok dan dengan cara apa ia harus ditanam. Hasilnya menakjubkan, semua jenis tanaman bisa diaplikasikan bahkan tanaman hias sekalipun. Selada misalnya yang hanya membutuhkan stereofome dan air sehingga ia dibiarkan terapung. Teknik ini dinamakan aquaponik sistem rakit terapung. Selain tanaman, pilihan ikan pun beragam. Mark menyarankan untuk memilih ikan- ikan yang bandel seperti ikan mas, lele, bawal, dan nila. Ia juga menambahkan untuk memilih ikan yang terdapat di daerah tersebut.

FUTURE FARMING

Dalam aksinya memperbaiki kualitas pertanian Tanah Air dengan teknik aquaponik, Mark Sungkar berani menantang pemerintah untuk berhenti memberikan subsidi pupuk kepada petani. Pasalnya, distribusi subsidi pupuk yang totalnya mencapai 1,2 triliun/ bulan tidak jelas juntrungannya. Petani tetap miskin, hasil panen pun tidak selalu bagus. Dengan menerapkan sistem aquaponik, pemerintah tidak perlu memberikan subsidi pupuk, sebagai gantinya buatkan para petani green house (rumah) yang layak untuk mereka tinggali. Aquaponik juga kelak akan membuat petani mapan karena hasil panen yang optimal. Tidak salah, Mark menyebut teknik ini sebagai sebuah sistem pertanian masa depan ( future farming).

Agar dapat berfungsi secara terus menerus aliran listrik tidak boleh padam karena itu dibutuhkan sebuah genset. Harga genset yang cocok untuk peternakan dan pertanian aquaponik cukup murah. Apabila anda membeli pada distributor resmi genset di Medan karena harga dapat dinegosisasikan.

» » Berkebun sekaligus Budidaya Ikan

SurdelSurPatagonia.com - Just another WordPress site
©2018 SurdelSurPatagonia.com