Review Hannibal, Menguak Kekejaman Hannibal Lecter

Penceritaan di film yang satu ini memang berfokus pada sosok Hannibal. Tidak seperti film sebelumnya The Silence of The Lambs, atau prequel yang hadir setahun setelah film Hannibal itu sendiri, Red Dragon. Kedua film yang berhasil meraih rating cukup tinggi ini menghadirkan sebuah cerita dimana Dr. Hannibal Lecter menjadi “mentor” bagi agen-agen FBI yang mengalami kesulitan dalam memecahkan suatu kasus.

Sebenarnya ide cerita dalam film Hannibal ini berpotensi untuk menghadirkan film yang keren. Jujur saja, di film The Silence of The Lambs saya penasaran habis dengan sosok dan sejahat apa Dr. Hannibal Lecter sebenarnya. Memang disana ada scene Dr. Hannibal Lecter menguliti wajah seorang polisi akan tetapi rasanya itu belum cukup menjadikan Dr. Hannibal Lecter menjadi penjahat yang paling ditakuti disana.

Di film Hannibal ini lah saya mendapat jawaban sekaligus kepuasan akan keingin tahuan tentang sosok Hannibal Lecter sebenarnya. Teknik membunuh dan memakan korbannya, setiap korban Hannibal Lecter selalu meninggalkan kesan, apalagi endingnya yang membuat ngilu abis. Serius.

Jika ada hal yang bisa dijadikan kambing hitam akan jebloknya rating film Hannibal ini, mungkin itu didasari oleh pemilihan cast-nya yang kurang tepat. Terutama keputusan untuk mengganti sosok agen Clarice Sterling yang diperankan oleh Julianner Moore, yang sebelumnya di perankan oleh Jodie Foster.

Tidak seperti The Silence of The Lambs yang menceritakan karakter Clarice Sterling sebagai calon agen FBI yang begitu polos masih lemah, Hannibal memiliki bagian cerita yang mengkisahkan aksi agen Aterling, dan saya menganggap jika Julianne Moore lemah dalam hal ini.

Bagi yang ingin nonton, monggo ke Nonton Streaming Sub Indo di website nya lengkap gan dan enaknya lagi bebas dari iklan.

» » Review Hannibal, Menguak Kekejaman Hannibal Lecter

SurdelSurPatagonia.com - Just another WordPress site
©2019 SurdelSurPatagonia.com