3 Jenis Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Bagi Anda yang sudah sering bermain dengan dunia saham maka Anda tidak lagi dengan kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar sendiri memiliki pengertian sebagai semua harga yang di miliki oleh sebuah perusahaan. Di dalam investasi istilah bisnis ini sudah sering di gunakan. Sehingga ketika Anda akan menanam saham di dalam perusahaan tersebut Anda harus tahu harga kapitalisasi pasarnya terlebih dahulu.

Cara menghitung kapitalisasi pasar sendiri adalah dengan mengalikan jumlah lembar saham yang di miliki perusahaan dan sudah beredar dengan harga saham yang di miliki oleh perusahaan itu sendiri. Keberadaan kapitalisasi pasar sangatlah penting untuk perusahaan mengingat fungsinya yang menjadi penentu nilai dari harga saham yang ada di pasar.

Jenis-Jenis Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Di dalam dunia investasi tidak hanya ada tiga kategori saham saja namun juga ada ada jenis saham yang berdasarkan dengan kapitalisasi pasar. Biasanya jenis saham ini akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan kapitalisasi pasar yang terjadi. Bagi Anda yang ingin belajar seputar dunia investasi secara lengkap dan ingin mencobanya atau bahkan sudah mencobanya maka Anda bisa berkonsultasi dengan kami.

Mengetahui apa yang berkembang saat ini utamanya di dalam dunia investasi adalah hal yang sangat penting. Sebab dengan mengetahui perkembangan ini maka Anda akan lebih mudah menentukan langkah yang akan ambil untuk memulai bisnis Anda. Dan salah satu jenis bisnis di masa mendatang yang sangat menguntungkan adalah investasi. Sedangkan jenis sahamĀ  berdasarkan kapitalisasi pasar adalah:

1. Saham kapitalisasi besar (blue chip / big chaps)

Jenis saham pertama dari kategori kapitalisasi pasar adalah saham kapitalisasi besar atau yang juga di kenal sebagai saham lapis satu. Namun biasanya di dunia bisnis saham ini lebih terkenal dengan nama blue chip ataupun big chaps. Seperti yang kita ketahui jika saham blue chip hanya di miliki oleh perusahaan berpenghasilan besar.

Bahkan jumlah minimal penghasilan yang harus di miliki oleh perusahaan pemegang saham blue chips ini adalah 10 triliun bahkan lebih. Biasanya perusahaan yang memiliki saham kapitalisasi besar ini adalah sebuah perusahaan yang sudah terkenal luas baik itu di dunia bisnis maupun di dalam masyarakat. Di Indonesia perusahaan yang termasuk ke dalam jenis ini seperti Telkomsel, Unilever, Bank BCA, dan juga Astra.

2. Saham kapitalisasi sedang (Middle caps / second linner)

Jenis saham kapitalisasi sedang ini lah yang paling sering di incar oleh para investor yang menginginkan keuntungan stabil namun dengan modal yang minim. Biasanya perusahaan yang memiliki saham jenis ini adalah perusahaan yang berpenghasilan antara 1 hingga 10 triliun. Namun tidak jarang juga perusahaan yang tengah berkembang namun sudah terkenal akan bagusnya kinerja perusahaan tersebut.

Jika berbicara masalah harga dari perusahaan seperti ini maka bisa di bilang harga sahamnya jauh lebih rendah di bandingkan dengan harga saham blue chips tadi. Namun meskipun berharga lebih rendah namun bukan berarti keuntungan yang Anda dapatkan tidak stabil. Karena jenis saham ini memiliki keuntungan yang stabil bagi para investornya.

3. Saham kapitalisasi kecil (small chaps / thrid linner)

Saham kapitalisasi kecil memiliki nama lain saham lapis tiga. Saham ini adalah saham yang memiliki harga paling rendah jika di bandingkan dengan dua saham sebelumnya. Resiko yang di miliki oleh para investor juga sangat tinggi sebab saham kapitalisasi kecil sangat mudah di mainkan oleh pemilik saham yang lebih besar.

» » 3 Jenis Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

SurdelSurPatagonia.com - Just another WordPress site
©2019 SurdelSurPatagonia.com